Alasan Perempuan Pekerja Seks Tidak Menggunakan Kondom
Tujuan dari studi ini ialah untuk mengumpulkan data perihal penggunaan kondom pada perempuan pekerja seks di lokalisasi dan mengkaji banyak sekali alasan untuk tidak menggunakan kondom. Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan suatu pemahaman yang gres perihal promosi kondom semoga program-program promosi yang selama ini dilakukan sanggup lebih dioptimalkan kinerjanya.
Data kuantitatif dikumpulkan dengan survai KABP (n=1450) dan buku harian kondom yang ditulis oleh 204 sampel perempuan pekerja seks. Data kualitatif dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah (FGD) dan wawancara mendalam dengan para perempuan pekerja seks dan para mucikari.
Studi ini mengungkap bahwa sekitar 53% hubungan seksual dengan kondom dilakukan oleh para pekerja seks, dan 12% dari dari jumlah ini, para perempuan pekerja sekst tersebut harus berdebat terlebih dahulu dengan pelanggan untuk sanggup menggunakan kondom. Hanya 5,8% dari perempuan pekerja seks yang secara konsisten menggunakan kondom selama dua ahad observasi dan jumlah ini menurun menjadi 1,4% selama empat ahad observasi.
Berbagai alasan untuk tidak menggunakan kondom dari sisi klien, berdasarkan akreditasi perempuan pekerja seks, bahwa menggunakan kondom akan mengurangi kenikmatan dan iktikad bahwa pelanggan yang sudah kenal dengan perempuan pekerja seks tidak perlu menggunakan kondom untuk menghindari penyakit menular seksual atau AIDS. Alasan utama bagi perempuan pekerja seks tidak menggunakan kondom ialah iktikad bahwa pacar, orang Indonesia orisinil dan pelanggan yang kelihatan sehat tidak sanggup menularkan penyakit menular seksual. Alasaan lain ialah bahwa perempuan pekerja seks telah melaksanakan upaya-upaya pencegahan lain ibarat minum obat antibiotik. Studi ini juga menunjukkan bahwa para mucikari tidak begitu mendukung aktivitas penggunaan kondom.
Penerimaan terhadap kondom yang demikian rendah ini merupakan alasan yang sangat penting untuk tidak menggunakan kondom baik oleh pelanggan maupun oleh perempuan pekerja seks, sementara para mucikari yang bergotong-royong merupakan orang yang mempunyai posisi paling sempurna untuk mendorong penggunaan kondom memandang bahwa penggunaan kondom sanggup mengancam usahanya. Agar promosi penggunaan kondom secara konsisten sanggup berhasil, sangat diharapkan untuk merancang intervensi baik bagi perempuan pekerja seks dan pelanggan dan menyediakan banyak sekali bahan pendidikan yang layan serta banyak sekali menyediakan gosip perihal banyak sekali merek kondom yang tersedia. Selain itu, para mucikari harus dilibatkan di dalam aktivitas intervensi ini.
Comments
Post a Comment