Bagaimana Mengatasi Tantrum Si Kecil?
Bila bayi memakai tangisan sebagai bentuk komunikasi, belum dewasa sanggup memakai tangisan sebagai ‘senjata’nya supaya keinginanya terkabul. Orangtua biasanya tak tega dan karenanya luluh. Bila beliau hanya sekedar menangis untuk menarik perhatian itu masih dalam batas normal alasannya yaitu itu merupakan usahanya untuk memenuhi keinginannya. Namun, waspadai kalau beliau menangis disertai teriakan, apalagi hingga memukul, menendang, berguling-guling atau bahkan menggigit.
Perilaku menangis menyerupai itu disebut temper tantrum, yaitu bentuk luapan emosi anak yang tidak terkendali. Berikut alasan-alasan terjadinya tantrum :
- Dia menginginkan sesuatu tetapi tidak diberikan. Si kecil meluapkan amarahnya berharap Bunda segera mengabulkannya, apalagi kalau beliau tahu Bunda pernah luluh dengan aksinya itu.
- Ia tidak suka dipaksa. Bila Bunda termasuk tipe orangtua yang pemaksa hal ini sanggup menjadi pemicu terjadinya tantrum. Ia merasa lelah melaksanakan suatu hal yang beliau tidak suka.
- Keterbelakangan mental. Untuk sebagian anak dengan keterbelakangan mental yang sulit mengutarakan keinginannya juga sering tantrum, contohnya lapar, takut, lelah.
Intinya kalau anak merasa tidak nyaman dan mulai putus asa dengan keadaan itu tenper tantrum sanggup terjadi. Nah untuk itu Bunda harus memahami cara sempurna menanganinya, bukan terus menerus mengikuti keinginannya. Berikut kiat-kiatnya :
- Jangan terpancing emosi. Memang sulit untuk tidak kesal dan murka kalau melihatnya menyerupai itu, tetapi teriakan Bunda sanggup memicu tantrum-nya bertambah.
- Waspadai kalau beliau sudah mulai menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. Jauhi benda-benda yang sanggup menyakitinya.
- Ambil handuk kecil lembap dan usapkan di wajahnya, sehabis itu beri beliau minum air putih untuk membuatnya tenang.
- Tak perlu memberi nasehat atau berargumen di dikala tantrum, alasannya yaitu beliau tidak akan memperhatikan apa yang Bunda katakan. Lebih baik berikan pelukan dan biarkan beliau menangis di dada Bunda.
- Jangan pernah memukulnya. Pukulan tidak mengatasi duduk masalah justru sebaliknya beliau akan merasa Bunda tidak menyayanginya.
- Tetapkan pendirian, jangan hingga Bunda gampang luluh dengan tantrumnya. Sekali beliau berhasil beliau akan terus menerapkannya di lain waktu. Hindari juga berjanji padanya, “Ya, nanti Bunda beli mainan itu untuk Dede yah.”.
Comments
Post a Comment