Gemuk Paska Menopause Berisiko Kanker Payudara
Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua sehabis kanker leher rahim. Penderitanya pun ada yang gres berusia 18 tahun. Padahal di negara-negara lain, Eropa atau Amerika misalnya, jumlah penderita kanker payudara tidak begitu banyak dibanding dengan jumlah penderita kanker jenis lain.
Nah..jika berat tubuh anda terus bertambah. Apalagi menjelang menopause, anda perlu berhati-hati. Karena, berdasarkan hasil penelitian Dr. A. Heather Eliassen, dari Rumah Sakit Perempuan di Boston dan Brigham mengatakan adanya hubungan antara berat tubuh dan peningkatan resiko kanker payudara.
Ia dan timnya mendapati bahwa risiko terjangkit kanker payudara pada wanita yang berat badannya bertambah 25 kilogram yaitu 45% lebih tinggi dibandingkan mereka yang beratnya stabil.
Pada 2002 saja terdapat 2.376 masalah kanker payudara di kalangan subyek pascamenopause yang berat badannya naik 10 kilogram atau lebih sehabis menopause. Di kalangan wanita yang kehilangan sedikitnya 10 kilogram berat tubuh sebelum menopause, risiko tersebut turun 16%.
Sementara, wanita yang kehilangan sedikitnya 10 kilogram berat tubuh sehabis menopause menghadapi peningkatan risiko sebesar 23%. Masalahnya, berdasarkan penelitian tak banyak wanita kehilangan berat tubuh sehabis menopause.
Untuk itu, sebaiknya anda rajin menyidik payudara. Dengan demikian anda akan semakin mengenalnya, dan semakin gampang menemukan sesuatu yang berbeda dari biasanya.
Comments
Post a Comment