Hamil Anggur
Dalam kedokteran bahu-membahu tidak mengenal istilah Hamil Anggur. Kedokteran menyebut kehamilan asing berupa tumor jinak yang terjadi tanggapan kegagalan pembentukan janin, "bakal janin" ini dengan istilah Mola hidatidosa. Bentuknya memang ibarat gerombolan buah anggur, sehingga orang menyebutnya hamil anggur.
Tumor jinak ibarat anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel cuilan tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya menempel di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.
Hamil anggur atau Mola hidatidosa sanggup terjadi karena: 1). Tidak ada buah kehamilan (agenesis) atau ada perubahan (degenerasi) sistem pemikiran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan ahad ketiga hingga ahad keempat, 2) Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, kesudahannya terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah dibuahi), 3) Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.
Penyebab hamil anggur belum diketahui secara pasti. Tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.
Gejala
Gejala dari penyakit ini dintunjukan sebagaimana orang hamil normal, tanda awal persis kehamilan biasa, contohnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya nyata juga. Selain tanda-tanda umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya: tidak ada tanda-tanda gerakan janin, rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, contohnya terlambat 2 bulan, rahim nampak ibarat hamil 4 bulan, keluar gelembung cairan ibarat buah anggur bersamaan dengan perdarahan.
Vitamin A Cegah Hamil Anggur
Berdasarkan penelitian tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), salah satu yang diduga berpengaruh sebagai penyebab hamil anggur ialah kekurangan vitamin A.
"Penyebab pastinya masih jadi misteri. Namun penelitian kami menunjukkan kaitan bersahabat kekurangan vitamin A dengan kejadian hamil anggur," ujar Prof Dr dr Andrijono SpOG(K) dalam pengukuhannya sebagai guru besar FKUI, di Jakarta, pekan lalu.
Andrijono menjelaskan, pada penelitian itu ia beserta tim mendapat hasil bahwa kadar vitamin A dalam darah penderita hamil anggur lebih rendah daripada wanita dengan hamil normal. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa risiko seorang wanita hamil menderita hamil anggur ialah 6,8 kali lebih besar jikalau kadar vitamin A dalam darahnya kurang. Risiko itu pun sanggup meningkat tujuh kali lip at jikalau kehamilan tersebut merupakan kehamilan yang pertama
"Kadar vitamin A dalam darah yang rendah telah berlangsung usang dan telah terjadi sebelum kehamilan. Fakta ini terlihat dari 73,13% penderita harnil anggur yang deposit vitaminA-nya di bawah normal. Keadaan deposit di hati ini juga dimanifestasikan dengan adanya gangguan fungsi hati," kata Andrijono.
Tangkal komplikasi
Penelitian lain menunjukkan tunjangan vitamin A pada biakan sel-sel hamil anggur terbukti sanggup meningkatkan selesai hayat sel hamil anggur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin A sanggup mematikan sel-sel hamil anggur sehingga sanggup merangsang pemulihan pada penderita hamil anggur. Penelitian selanjutnya membuktikan bahwa vitamin A sanggup mencegah terjadinya kanker yang disebabkan sel hamil anggur yang tumbuh berlebihan.
"Kanker ialah salah satu komplikasi hamil anggur selain perdarahan dan infeksi. Pemberian vitamin A pascahamil anggur akan memulihkan kadar vitamin A yang kurang, dan pulihnya kadar vitamin A akan menimbulkan penqerita hamil anggur terhindar dari kanker," ujar Andrijono.
Menurut Andrijono, hasil-hasil penelitian tersebut terlihat konsisten sehingga disimpulkan bahwa vitamin A sangat penting peranannya dalam menanggulangi hamil anggur.
Pemenuhan gizi, khususnya vitamin A, akan menghindari ibu yang akan hamil dari kekurangan vitamin A. Terhindamya calon ibu dari kekurangan vitamin A akan membantu untuk menghindari kemungkinan menderita hamil anggur.
Di Indonesia, kejadian hamil anggur berkisar 1 dari 40-400 kehamilan. Umumnya, tidak ada pertumbuhan janin dalam keadaan hamil anggur.
Pengobatan
Jika penderita ingin punya anak maka sanggup dilakukan pencucian rahim. Jika tidak, maka penanganan medisnya dengan mengangkat rahim.
Comments
Post a Comment