Lebih Seperempat Gadis Berakal Balig Cukup Akal As Terinfeksi Std
Lebih seperempat gadis sampaumur Amerika Serikat menderita setidaknya satu penyakit yang menular melalui kekerabatan seks (STD), demikian hasil studi gres yang disiarkan Selasa (11/3). Sebanyak 3,2 juta gadis sampaumur yang berusia antara 14 dan 19 tahun, atau sebanyak 26 persen dari jumlah seluruh gadis sampaumur di Amerika, terinfeksi virus papilloma manusia, chlamydia, herpes kelamin atau trichomoniasis, kata studi tersebut, yang disiarkan oleh Pusat Pengawasan Penyakit AS (CDC). Jumlah itu bahkan akan bertambah bila penyakit yang tak terlalu umum menyerupai HIV/AIDS, syphilis dan gonorea dimasukkan.
Prevalensi tertinggi secara keseluruhan terdapat di kalangan gadis Amerika-Afrika --hampir separuh dari orang yang disurvei terinfeksi STD (sexually transmitted diseases). Sementara di kalangan sampaumur Amerika-Meksiko, mereka berjumlah 20 persen.
STD menciptakan pemerintah mengeluarkan hampir 15 miliar dolar AS untuk membiayai perawatan setiap tahun, dan lebih dari separuh mereka yang terinfeksi berusia di bawah 24 tahun, kata CDC.
Sebanyak separuh wanita muda dalam studi tersebut melaporkan mereka melaksanakan kekerabatan seks, dan 40 persen wanita yang aktif melaksanakan kekerabatan seks terinfeksi STD.
HPV, virus yang menjadikan kanker leher rahim, yaitu nanah paling umum, menyerang 18 persen gadis sampaumur dalam studi tersebut.
Studi itu menganalisis data dari 838 sampaumur yang ikut dalam studi kesehatan nasional pada 2003 dan 2004. Para peneliti memakai sampel perwakilan nasional untuk memproyeksikan jumlah gadis sampaumur yang tertular STD di seluruh Amerika Serikat. Infeksi paling umum kedua sesudah HPV yaitu Chlamydia, yang menyerang 4 persen wanita muda.
"Apa yang kami temukan mengerikan," kata Dr. Sara Forhan dari CDC, yang memimpin studi tersebut, kepada wartawan. "Ini berarti lebih banyak lagi wanita muda menghadapi resiko imbas kesehatan serius berupa STD yang diobati, termasuk gangguan kesuburan dan kanker leher rahim."
Dr John Douglas, Direktur Divisi Pencegahan STD di CDC, menyampaikan adonan faktor rumit menjadi penyebab tingginya penularan di kalangan gadis sampaumur berkulit hitam, termasuk secara keseluruhan lebih tingginya penularan STD di kalangan masyarakat kulit gelap yang lebih luas.
Comments
Post a Comment