Mendampingi Istri Melahirkan

Seminggu lagi istri saya akan melahirkan Mendampingi Istri MelahirkanSeminggu lagi istri saya akan melahirkan. Kami menentukan untuk melahirkan  di rumah sakit dengan di tolong oleh dokter. Tadi pagi kami menuju ke rumah sakit tersebut untuk melihat  kemudahan pelayanan dan mendaftar tempat. Bidan di ruang bersalin menyampaikan bahwa selama melahirkan saya boleh mendampingi istri saya. Dalam hati saya ada perasaan senang, senang dan besar hati bahwa saya boleh menyaksikan proses kelahiran putra kami nanti.


Setelah mengantar istri pulang, saya menuju ke kantor.  Ketika datang di kantor, saya mulai merasa was – was juga. Apakah saya bisa untuk melihat istri saya berjuang kesakitan. Saya kuatir malah saya pingsan. Apa yang harus saya lakukan?  Saya tetap ingin mendampingi tapi tanpa merasa ketakutan menyerupai ini. Terus terang saya tidak tahan melihat darah dan  apalagi mendengar  orang menangis kesakitan.


Saya  pikir niscaya hanya saya suami yang tidak  berani melihat istrinya melahirkan. Istri saya sesungguhnya tidak ada masalah.  Saya boleh mendampingi jikalau merasa mampu, atau jikalau saya tidak tega maka mertua  yang akan mendampingi istri.


Salam senang untuk bapak Leonard yang sedang berbahagia menantikan kelahiran buah hati tercinta. Maaf saya meringkas pertanyaan dari email bapak, saya mengerti dan memahami apa yang bapak rasakan . Saya salut untuk niat dan upaya anda ingin tahu apa dan bagaimana yang harus dilakukan ketika menunggu istri melahirkan.



Baiklah pertamakali yang ingin saya sampaikan ialah ucapan  selamat.  Hari ini  anda telah melaksanakan pilihan yang sempurna untuk sebuah niat  mendampingi istri ketika melahirkan. Percayalah bukan hanya anda saja suami  yang pernah mengalami perasaan was was, takut dan cemas. Ada juga beberapa suami yang bahkan tetapkan untuk tidak berada di samping istrinya  ketika melahirkan.


Apa yang harus di lakukan :


1.    Persiapkan kondisi fisik anda dengan baik


Hal ini penting biar selama mendampingi proses persalinan anda benar – benar fit  jangan hingga jatuh sakit.  Jangan lupa untuk makan dan minum secukupnya. Karena tak jarang berjam – jam bahkan semalaman suntuk harus mendampingi sang istri tercinta  di ruang bersalin.


2.    Sabar dan memberi semangat


Menunggu  istri selama  persalinan ada kalanya melelahkan, menjadikan ketegangan mental. Yang dibutuhkan ialah kesabaran anda sebagai suami  untuk  tetap damai melewati proses demi proses persalinan. Pada moment itu anda ialah orang terdekat yang bisa menunjukkan support dan ketenangan bagi sang istri yang sedang berjuang untuk melahirkan.


3.    Ciptakan suasana yang relaks.


Jika perlu lakukan hal -  hal yang bermanfaat selama menunggu proses itu berlangsung dengan  menyetel musik intrumen lembut atau berlatih relaksasi seperti  ketika biasa anda lakukan di rumah bersama istri. Bila anda telah mengikuti kelas pre natal hal ini ialah kesempatan untuk mempraktekkan semua pengetahuan yang anda peroleh dalam menyongsong kelahiran buah hati tercinta.


4.    Membuat sang istri merasa nyaman dan aman


Semakin  mendekati proses bersalin biasanya rasa nyeri akan  dirasakan oleh sang istri lebih sering. Hal ini akhir kontraksi dari rahim istri anda  dalam proses kemajuan fase  persalinan.  Anda bisa membantu mengurangi keluhan nyeri dengan memijat ringan di pinggang  dan di punggung . Bila pelukan membuatnya merasa  lebih nyaman lakukan saja. Ketika istri merasa bosan dan letih, anda bisa menghiburnya dengan  mengusap perut sang istri dan bicara pada bayi anda.  Cara ini cukup efektif dan berhasil untuk  mengurangi  ketegangan, istri  merasa kondusif dan dilindungi.


5.    Perhatikan kebutuhan makan dan minum sang istri.


Kadang alasannya merasa nyeri, tidak nyaman, dan lain – lain kemudian selera makan  berkurang. Ingatkan bahwa makan dan minum sangat  penting untuk tenaga  persalinan terutama dikala mengejan dan untuk  zat nutrisi bayi dalam kandungan.


6.    Berpikir positif  akan  memberi energi aktual bagi istri


Satu hal yang paling penting  berusahalah untuk tetap tenang. Jangan menambah kepanikan istri dengan kekuatiran dan kebingungan.    Saya bisa mengerti ini tidak mudah. Terlebih pada pengalaman menjadi calon ayah pertamakali. Berusahalah untuk tetap bertahan berada di sisinya dan memberi perhatian  jikalau anda menyaksikan istri mungkin menangis atau  mengerang. Percayalah Tuhan membuat perempuan begitu besar lengan berkuasa dan luar biasa.  Dia akan bisa bertahan. Yang diharapkan ialah perilaku damai dan pikiran aktual anda. Ini akan memberi energi aktual juga bagi istri anda .


7.    Yakinkan bahwa istri anda bisa melahirkan dengan lancar


Jika dokter dan bidan anda menyampaikan bahwa semua hasil investigasi baik dan bisa melahirkan dengan lancar, anda harus terus menanamkan rasa percaya diri dan memberi semangat pada istri bahwa ia mampu  untuk melalui seluruh proses tersebut. Kecemasan yang berlebihan kadang bercampur baur dengan perasaan tidak tega.


Bisa dimaklumi bagaimana perasaan cemas juga niscaya anda rasakan ketika menyaksikan istri  berjuang untuk melewati tahap demi tahap persalinan. Seringkali  moment ini menjadi dikala kritis dimana karenanya suami tetapkan untuk menyampaikan biar operasi saja hanya alasannya patah semangat.


8.    Suami yang siaga mengambil keputusan tidak perlu panik.


Dalam proses persalinan adakalanya terpaksa dokter dan bidan mengambil tindakan medis tertentu sesuai dengan indikasi demi keselamatan ibu dan bayi. Dalam situasi ini anda ialah penentu keputusan. Maka saya sarankan anda bersikap terbuka, kooperatif  dan bertanyalah pada dokter atau bidan jikalau belum terang mengenai rencana tindakan yang akan dilakukan. Keselamatan jiwa ibu dan bayi  akan menjadi prioritas dikala menyerupai ini.


Nah apakah anda bisa untuk  menjadi pendamping yang baik ? Ingatlah bahwa sakit melahirkan ialah sebuah rahmat yang membahagiakan. Betapa banyak pasangan yang merindukan ingin mempunyai anak dan belum mendapatkannya.  Sudah sepantasnya anda dan istri bersyukur dalam doa. Berterimakasih atas  berlangsungnya proses persalinan ini, dan doakan juga dokter atau bidan yang mendampingi istri anda. Yakinlah semua akan baik baik saja.


Yang terakhir ialah ucapan selamat dari saya


Anda sudah menentukan untuk  mendampingi istri  selama menjalani bencana yang sangat luar biasa.   Yakni proses kelahiran sang buah hati. Itulah keagungan Tuhan . Andalah satu satunya orang yang sempurna berada di sisi sang istri dan sepantasnya menerima kesempatan untuk mendengar jeritan tangis si mungil buah hati anda berdua yang terlahir ke dunia.

Comments