Sariawan Pada Bayi

tentunya pernah mengalami duduk kasus bayi yang datang Sariawan Pada BayiBagi anda yang telah memiliki anak,tentunya pernah mengalami duduk kasus bayi yang tiba-tiba rewel dan enggan menyusu,kemudian pada rongga mulut,bibir bahkan lidahnya terdapat bercak atau titik berwarna putih ibarat susu. Yang disalahartikan sebagai sisa susu yang melekat di rongga mulut,yang bekerjsama ialah sariawan.


Sariawan merupakan benjol umum di verbal bayi gres lahir, yang disebabkan oleh organisme ibarat ragi, yang disebut Candida Albikans. Umumnya muncul 7-10 hari sehabis lahir. Bayi mendapat benjol ini pada ketika proses kelahiran lantaran organisme biasanya hidup di dalam vagina.


Namun sanggup juga terjadi sariawan di area verbal yang pecah, lantaran terlalu banyak menyedot pada bayi yang tidur dengan dot di verbal dan bayi yang gres saja diberi antibiotik.


Adapun beda sariawan dengan sisa susu, sariawan tidak gampang pecah dan kalau dipecah bisa  berdarah. Jika bayi mengalami sariawan dan menyulitkan asupan, batasi dengan ketat penggunaan dot, gunakan cangkir dan sendok.



Sariawan sanggup ditularkan dari bayi ke payudara ibu dan kembali lagi ke bayi. Infeksi ragi pada puting ini akan terasa menyakitkan dan sanggup mengakibatkan kemerahan,perpecahan,rasa panas dan gatal,kulit kering. Infeksi ini kadang menjalar ke payudara dan mennginfeksi pembuluh susu, yang ditandai dengan sakit mendadak yang parah pada payudara selama atau sehabis menyusui. Jenis ragi ini masuk dalam kanal Gastrointestinal, sehingga juga sanggup mengakibatkan ruam pantat.


Pencegahan:




  • sebelum dan sehabis menyusui cucilah puting susu dan verbal bayi dengan air hangat

  • cuci semua botol dan dot dengan air panas bersabun, kemudian direbus hingga mendidih

  • pakaian, piring dan baju-baju bayi dicuci dengan air panas

  • jemur pakaian dalam ibu (BH) di bawah sinar matahari, atau masukkan dalam microwave selama 5′

  • panasi puting susu ibu dengan sorotan bola lampu dari jarak 30 cm


Adapun penanganannya ialah santunan Nystatin oleh tenaga kesehatan.

Comments